Tuesday, April 29, 2014

Indonesia Creative Open Source Software - ICrOSS 2014 (23-24 April 2014, Hotel Bumi Surabaya)



1.  Pelaksanaan kegiatan berdasarkan Agenda ICrOSS 2014 dengan pembukaan di ISYANA Room pada hari Rabu, tanggal 23 April 2014     

2.    Keynote Speaker Tri Rismaharini - Walikota Surabaya (Rabu, 23 April 2014)  Kota Surabaya dikenal sebagai salah satu kota yang paling berhasil dalam menerapkan eGov, dengan aplikasi yang banyak menerapkan  open source di lingkungan pemerintahan seperti untuk pendidikan, kesehatan dan sarana penunjang sehingga menjadikan cyber city dimana pelayanan kepada masyarakat dipermudah dengan Open Source yang diterapkan di setiap instansi pemerintahan seperti pelayanan kesehatan, informasi penerimaan siswa baru, informasi lalulintas sampai kepada keluhan masyarakat lebih akurat, cepat dan tepat sasaran sehingga memudahkan untuk perbaikan pelayanan masyarakat, selain itu kota Surabaya memperoleh banyak penghargaan baik tingkat nasional hingga internasional dalam penerapan Open Source dibidang pemerintahan.
  
3.  Open Source Global Prespective oleh PANDI (Rabu, 23 April 2014) menjelaskan bagaimana produk ID harus digunakan sesuai dengan UUITE dimana lembaga yang ada di Indonesia diharapkan menggunakan produk domain ID serta server yang ada di Indonesia, sehingga ketika terjadi pelanggaran UUITE dapat dengan cepat ditangani serta mengurangi terjadinya penyalahgunaan IT karena setiap register domain .ID harus menyertakan dokumen tertentu sebagai persyaratan. Selain itu pihak PANDI menyediakan domain anything.ID untuk memudahkan pihak-pihak yang menginginkan ccTLD .ID , dari UUITE dan Peraturan Pemerintah yang menyarankan menggunakan produk indonesia baik domain .ID maupun server yang ada di Indonesia memberikan tenggang waktu selama 5 (lima) tahun kepada pengguna domain ccTLD dan server yang berada di luar Indonesia untuk dapat bermigrasi ke server Indonesia dan menggunakan ccTLD .ID
  
4.       Azure, Cloud For Open Source oleh Microsoft (Rabu, 23 April 2014) menerangkan bagaimana Windows Azure yang digunakan untuk Cloud Computing dapat dimanfaatkan sebagai media penggunaan Open Source serta dapat mengefisienkan biaya karena pengguna hanya membayar servis yang digunakannya. Servis yang disediakan seperti: Infrastructure as a Service (IaaS) servis yang diberikan meliputi pengolahan, penyimpanan, jaringan dan sumber daya komputasi lain yang mendasar, pengguna tidak perlu mengendalikan infrastruktur cloud. Software as a Service (SaaS) servis yang diberikan kepada pengguna meliputi penyediaan aplikasi yang dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka klien seperti web browser. Platform as a Service (PaaS) servis yang disediakan untuk mengembangkan aplikasi pada infrastruktur cloud dengan menggunakan bahasa pemrograman dan alat- alat yang mendukung. Windows Azure merupakan salah satu aplikasi dari Microsoft yang bersifat public cloud yang dapat digunakan untuk membangun, menyebarkan, dan mengelola aplikasi melalui jaringan dengan data center milik Microsoft. Public cloud ini merupakan layanan yang bersifat terbuka yang dapat digunakan oleh semua orang. Windows Azure menyediakan layanan untuk mengembangkan aplikasi pada infrastruktur cloud dengan berbagai bahasa pemrograman, seperti .net, node.js, java, php dan lain-lain. Kita dapat mencoba dengan waktu terbatas servis yang di sediakan Windows Azure melalui pendaftaran langsung ke http://azure.microsoft.com/
  
5.       State of the Dolphin, Oracle MySQL oleh Oracle Asean and SAGE Singapure (Rabu, 23 April 2014) menerangkan perkembangan MySQL, oracle mengumumkan versi terbaru dari MySQL yaitu MySQL 5.7. MySQL merupakan perangkat lunak basis data Open Source yang memiliki kemampuan baik untuk menangani pengelolaan data. MySQL 5.7 memperluas kemampuannya meliputi kehandalan, performa, skalabilitas, dan pengelolaan data yang memungkinkan pengembangan dan administrator basis data untuk membangun web modern berbasis cloud, serta aplikasi yang terlibat mampu memproses data dengan semakin cepat. MySQL memiliki kinerja yang lebih baik karena data ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan komputer dalam sistem dapat bekerja secara paralel, sehingga pembebanan pada komputer (server) menjadi seimbang.
  
6.  Informasi Indonesia ICT Award (INAICTA) 2014 mengajak peserta ICrOSS untuk ikut berpartisipasi dengan mengirimkan ide aplikasi yang dikembangkan untuk ikut serta dalam INAICTA 2014 dengan pendaftaran mulai dari 01 Maret 2014 sampai dengan 31 Juli 2014.
  
7.       Diskusi Panel : Open Source Competency (Rabu, 23 April 2014) pelaksanaan diskusi oleh pemateri dari perwakilan Dunia Usaha, Pendidikan, Pemerintahan , Komunikasi dan Informatika dan Keamanan Komputer dengan pembahasan Pendidikan dan Open Source, karena selama ini pendidikan yang ada dan kurikulum yang digunakan tidak begitu menjurus kearah pemanfaatan open source seperti pembuatan aplikasi masih banyak yang menggunakan software close source seperti VB, Delphi dan Foxpro sedangkan kebutuhan Dunia usaha sudah berkembang seperti penggunaan PHP, Java dan lain-lain sehingga dapat dikatakan ketika siswa sudah keluar sekolah maka skill yang didapat kurang sesuai dengan kebutuhan pihak dunia usaha, maka dari itu perlu adanya lembaga sertifikasi profesi open source sehingga siswa yang sudah memiliki sertifikat tersebut kemampuannya untuk siap digunakan di dunia usaha, seperti contohnya dari segi keamanan sistem yang terjadi beberapa hari kebelakang tidak luput dari kurangnya Sumber Daya Manusia. Dengan adanya Open Source pihak dari Pemerintahan dapat mengurangi pembiayaan yang ada dalam pengembangan sistem informasi pemerintahan, selain itu dengan open source dapat memudahkan interaksi antar pemerintahan dan masyarakat.
  
8.       Temu Open Source (Rabu, 23 April 2014) dilaksanakan setelah acara selesai merupakan kegiatan pertemuan non formal dimana para penggiat Open Source berkumpul dan diskusi secara non formal baik untuk pengembangan Open Source maupun sharing pengalaman dalam penggunaan Open Source.
  
9.       Relawan TIK Indonesia dan Open Source (Kamis, 24 April 2014) Sebagai salah satu bentuk kepedulian Relawan TIK Indonesia dalam Open Source, disampaikan mulai dari pengenalan Relawan TIK Indonesia, Kegiatan-kegiatan dan penggunaan Open Source oleh Relawan TIK Indonesia, sebagai pemateri utama bapak Indriyatno Banyumurti (Ketua Relawan TIK Indonesia) dimana menjelaskan dan memperkenalkan Relawan TIK Indonesia beserta kegiatan-kegiatannya secara umum, dilanjut oleh bapak Surabhil (Relawan TIK Medan) yang memaparkan jenis kegiatan Relawan TIK Indonesia di Medan sebagai salah satu bentuk kegiatan social untuk masyarakat medan, pemateri berikutnya bapak Mulyana Sandi (Relawan TIK Sukabumi) dengan pemaparannya aplikasi ICT 4 Kesehatan komunitas berbasis masyarakat dimana aplikasi tersebut dibuat melalui Open Source yang dapat digunakan melalui Website, Android dan Mobile serta sedang dirancang berbasis Pesan Text, dengan dukungan GIS juga dapat memudahkan analisa penyebaran penyakit di suatu lokasi, serta menampilkan video demo aplikasi ICT4kesehatan. Selanjutnya pemateri dari bapak Yonisman (Relawan TIK Sumatra Barat) dengan pemaparan materi tentang Jejaring Sosial Donor Darah di daerah Padang dimana untuk membantu PMI dalam penyebaran dan pencarian darah sehingga memudahkan para pencari darah untuk memperoleh informasi dimana darah harus didapatkan.

10.   Diskusi : Komunitas Open Source Indonesia (Kamis, 24 April 2014) yang di hadiri oleh berbagai komunitas dan kalangan, pada kesempatan itu disampaikan prospek dan kendala yang ada pada Open Source baik dikalangan Komunitas, Pendidikan, Pemerintahan dan Dunia Usaha. Untuk keluhan yang ada diantaranya untuk komunitas diantanya sulitnya membentuk generasi berikutnya sehingga dalam komunitas terkadang tidak aktif lagi dan kembali aktif lagi, begitu seterusnya. Untuk Open Source dalam Pendidikan sering kali terkendala oleh kebijakan-kebijakan dan juga oleh kurikulum, sehingga ketika dibidang IT sudah mulai banyak perkembangan software yang baru dan up to date tetapi di dunia pendidikan masih menggunakan software yang lama sehingga ketika terjun kedunia usaha masih bisa dikatakan belum siap maka perlu adanya lembaga sertifikasi profesi di bidang IT Open Source Software.



0 comments:

Post a Comment